Senin, 26 Agustus 2013

Pemanfaatan geomorfologi bagi manusia



     a.       Survey dan pemetaan
       Dalam survey dan pemetaan, ahli geomorfologi dapat membantu membuat peta dalam hal penggambaran permukaan bumu pada peta. Dengan adanya pengetahuan tentang karakteristik bentuk lahan dan akibat-akibat variasi musiman serta perubahan dalam jangka berabad-abad dan lain sebagainya akan memungkinkan pembuat peta menghasilkan peta yang berkualitas baik.
      
     b.      Survey geologis tanah
      Diantara ilmu-ilmu kebumian, geomorfologi posisinya berada diantara geologi dan pedologi sehingga menjembatani keduanya. Ahli geologi dan pedologi memperoleh banyak keuntungan dari infirmmasi geomorfologis terutama dalam hal pemetaan tematik yang berkaitan dengan aspek geomorfologis. Miler (dalam verstappen, 1983) mengemukakan 4 kategori peranan geomorfologi dalam penyelidikan geologis yaitu:
1.       Yang berhubungan dengan bentuk-bentuk lahan erosional dan deposisional, di sebut geomorfologi elementer.
2.       Yang berhubungan dengan bukti-bukti geomorfologis yang dapat membantu memmecahkam problem geologis, di sebut geomorfologis suplementer
3.       Yang berupa penerapan geomorfologi mengenai informasi perhatian geologis yang  kuncul melalui studi geomorfologis, di sebut geomorfologis komplementer.
4.       Berupa penerapan geomorfologi oleh ahli geologi di daerah-daerah yang tidak terdapat singkapan yang dapat dipetakan dan tidak mudah dapat dibedakan dan/atau dilihat kedudukan strukturnya, di sebut geomorfologi independen.
Faktor-faktor geomorfologi sangat mempengaruhi pola distribusi tanah pada suatu wilayah dan memainkan peranan penting terhadap tingkat perkembangan tanag sebai terlihat adanya profil tanah. Tanah kadang-kadang tidak diperoleh langsung dari batuan yang mendasarinya, tetapi berkembang dalam bnetuk endapan-endapan lereng atau material penutup lainnya. Sebagai endapan mungkin berkaitan dengan keadaan geomorfologi sebelumnya yaitu ketika relief, iklim dan keadaan lainya berbeda dengan sekarang. Faktor lithologis pada formasi tanah dapat dipelajari dengan bantuan metode geomorfologis karena adanya matarantai antara jenis batuan induk yang ada, bentuk lahan, dan proses perkembangannya.
  
      c.       Survey hidrologis
       Studi geomorfologi fluvial, morfometri dan analisis lingkungan secara geomorfologis pada bacin-bacin aliran telah menjadi semakin penting. Geomorfologi mempunyai hubungan yang erat dengan kondisi air permukaan dan bawah tanah. Geomorfologi dapat membantu mencitrakan dan menilai lingkungan tang memiliki sirkulasi-sirkulasi air sehingga dapat membantu kerja ahli hidrologi dalam memahami keadaan dan membuat keputusan ynag tepat.

      d.      Survey vegetasi
      Hubungan antara geomorfologi dan ilmu tetumbuhan bersifat saling mendukung satu sama lain dalam pembuatan peta tematik. Vegetasi merupakan parameterbentang lahan utama yang dapat diamati pada bagian biotic. Sedangkan bentuk lahan sebagai bbentang alam utama yang dapat diamati  pada bagian abiotik.
Studi dan pemetaan zona-zona vegetasi dalam arti lintang maupun ketinggaian tempat merupakan slah satu perhatian utama ilmu tetumbuhan dan geografi tumbuhan. Bentuk lahan khususnya komponenvertikalnya, yaitu relief, merupakan faktor penting seperti halnya faktor klimatik. P[ola-pola vegetasi yang luas sering menunjukkan hubungan yang erat dengan pola topografi. Bentuk lahan. Khususnya ketinggian tempat mempengaruhi keadaan iklim atau mikroklimat dan keadaan lingkungan bagi pertumbuhan tanaman. Dengan memeperhatikan bentuk lahan maka dapat dibentuk deliniasi zona-zona vegetasi pada peta topografi dan foto udara.

      e.      Proyek-proyekk pembangunan
      Untuk tujuan penilitian bagi pembangunan maka penting diperhatikan bahwa setiap proses geomorfologis meninggalkan jejak yang karakteristik pada bentuk lahan, sehingga memungkinkan untuk menelusuri proses apa saja yang telah menyebabkannya. Dalam banyak kejadian, manusia melalui banyak kegiatannya secara tidak langsung atau tidak sengaja telah mengubah dan sering merusak lahan secara berulang-ulang. Relief mempunyai peranan penting dalam mmementukan posisi salauran irigasi dan pola penggunaan lahan di daerah irigasi. Relief juga memainkan peran penting dalam menetuka rute jalan raya yanga akan dibangun. Dalam pembangunan jembatan, maka tiang penopang harus diletakkan pada posisi yang tepat sesuai dengan kondisi geomorfologi yang ada. Pemanfaatan studi geomorfologi yang lain adalah dalam pembangunan pemukiman penduduk dan tempat-tempat industry, serta pembangunan kawasan pantai.
f.        Eksporasi minyak dan material pemukiman
Banyak lading minyak ditemukan karena ekspresi topografi yang menarik perhatian. Struktur antiklinal dengan igir-igir dan lembah-lembah yang memusat biasanya merupakn tempat kedudukan ladang minyak. Demikian halnya dengan struktur dome. Suatu metode baru untuk mengetahui struktur geologi pada suatu wilayah dan akumulasi minyak adalah dengan analisa drainase sebagaimana kenampakannya pada foto udara. Lokasi mineral sering berhubungan dengan goemorfologis suatu wilayah. Dalam penyelidikan hubungan antara mineral dengan relief diperlukan adanya pemahaman tentang sejarah geomorfologi suatu wilayah. Beberapa asosiasi mungkin lebih banyak berhubungan dengan kondisi relief sebelumnya. Kaitan antara sumber daya mineral dengan topografi yang dapat dikenali jejaknya pada foto udara adalah sebagai berikut:
1.       Endapan pasir yang mengandung emas, biasanya terdapat dalam endapan teras alluvial
2.       Hasil-hasil pelapukan seperti bauksit dan kaolin biasanya terdapat pada level-level planasit tua.
3.       Endapan gambut dan garam biasanya terdapat pada bacin-bacin
4.       Endapan yang berkaitan dengan patahan dan pengayaan, misalnya berupa aspal dan besi.
5.       Endapan berkaitan dengan gejala vulkanik, misalnya blerang.
6.       Dike dan diatrema yang berkaitan dengan pengayaan, mineral yang biasa dijumpai misalnya berupa intan.
Endapan yang tidak terpadatkan berupa fragmen-fragmen batuan seperti lempung, pasir, lumpur, kerikil, dan fragmen lainnya yang lebih besar dapat di jumpai sebagai endapan-endapan : alluvial, lingkungan marine, glacial, pengaruh gaya berat, sisa, dan buatan manusia.




Pramono, Heri. 2003.Geomorfologi Dasar. Yogyakarta: FIS UNY

0 komentar:

Poskan Komentar