Kamis, 03 Januari 2013

Macam Prosesor

Jenis
Seri
Spesifikasi
Kemampuan


Prosesor Intel
Pentium III
Pentium III menggunakan soket 370 dengan kecepatan maksimum sebesar 1,4 GHz, L1-Cache: 16 + 16 KiB, L2-Cache 256/512, dan FSB sebesar 133 MHz pada seri Tualatin.
mampu meningkatkan performa yang dibutuhkan untuk aplikasi dekstop pada umumnya sebaik workstation dan server. Kompatible dengan semua aplikasi yang diinstal pada DOS, Windows, OS/2, dan Linux.
Pentium IV
Intel Pentium IV 1,7 Ghz Socket 478, Memory   DDR 256Mb PC 2100/2700, Harddisk Paralel ATA 40Gb, VGA Card AGP 32Mb, Floppy Disk, CDROM 48/52X, Monitor 15, Cassing ATX

Gambar-gambar yang ditampilkan lebih halus dan lebih tajam. Selain itu, kecepatan memproses, mengirim atau menerima gambar juga menjadi semakin cepat. Kecepatan yang dimiliki adalah 20 x lebih cepat dari generasi Pentium III.


Pentium M
intel Pentium M atau Celeron M, chipset Untel 885 atau 915, dan PRO/Wireless adapter yang dapat digunakan untuk membangun sistem dengan support wireless yang terintegrasi dan baterai yang tahan lama.
Bekerja lebih baik daripada pentium IV. Sebagai contoh, pentium M1,6 GHz memiliki kerja yang sebanding dengan Pentium IV 2,4 GHz saat menggunakan daya yang lemah.
Celeron
Prosesor Celeron D merupakan kelanjutan core Pentium IV yang memiliki core Prescott 0.09 mikron dan core Cedar Mill 0.065 mikron. Celeron D dengan 478 pin mikro FC-PGA digunakan pada motherboard dengan soket 478.
memiliki kemampuan Excute Disable Byte atau mode eksekusi 64 byte. Processor Intel Celeron ini memiliki bentuk dan formfactor yang sama dengan processor Intel jenis Pentium, tetapi hanya dengan instruksi-instruksi yang lebih sedikit, L2 cache-nya lebih kecil, kecepatan (clock speed) yang lebih lambat, dan harga yang lebih murah daripada processor Intel jenis Pentium.
Celeron D
Celeron D dengan soket baru LGA775 berarsitektur 90nm dan dilengkapi dengan L2 cache 256 kB dan FSB 533 MHz. (Catatan, kode huruf D pada Celeron D hanya menandakan generasi Celeron ini berbarengan dengan Pentium D, bukan berarti Celeron D menggunakan dual core.) Generasi Celeron D disempurnakan menjadi seri Cedar Mill dengan meningkatkan L2 cache menjadi 512 kB, menggunakan arsitektur 65nm dan fasilitas 64-bit support (EM64T).
kinerja Celeron telah meningkat pesat dan yang terpenting suhu kerjanya turun berkat arsitektur baru.
Core TM 2 Duo
LGA775 Core 2 Duo, Chipset Intel G31, ICH7, Front Side Bus 1600(O.C)/1333/1066/800 MHz, Dual 2 DDR2 1600(O.C)/1333/1066/800, 1x PCIe x16, 1x PCIex1,2 x PCI;Support Intel next generation 45nm CPU; Support Enhanced Intel Speed Step Technology (EIST), VGA, Audio, PCIe LAN
Intel Core 2 Duo jauh lebih efisien bila dibandingkan dengan pendahulunya dalam mengeksekusi intruksi. Pesaing prosesor ini adalah AMD Athlon FX 60 (Core 2 Duo unggul dengan perbedaan kinerja 15%)
Core TM 2 Quad
Intel Core 2 Quad sendiri merupakan hasil penggabungan 2 prosesor COre 2 Duo ber-cache L2 4 MB, sehingga Core 2 Quad memiliki cache L2 sebesar 8 MB (2 x 4 MB).
Prosesor Core 2 Quad merupakan prosesor yang menarik dan menjadi pilihan yang aman untuk masa depan, walaupun saat ini masih banyak software yang belum bisa menggunakan prosesor ini.
Core i3
Turbo Boost – Maksimum overclocking otomatis berkisar antara 2.933 GHZ – 3.2 GHZ, Clock Graphics Processor – 100 MHZ, L3 Cache – 4 MB, LGA Socket 1156
Core I3 mengintegrasikan Virtualizing Tecnology dengan GPU (Graphic Processing Unit) agar dapat berjalan lebih cepat. technology Turbo Boost, untuk meningkatkan kerja komputer tanpa perlu menggunakan Over clock, dengan menggunakan Intel Core i3, penggunaan listrik jadi lebih hemat, karena Processor ini secara otomatis menggunakan watt yang lebih sedikit dibandingkan processor sebelumnya dan mengatur penggunaan energi untuk komputer sehingga lebih hemat listrik.


Core i5
Support Hyper-Treading, Terdiri dari 2 processor Dual Core. Terdapat juga seri I5 yang berisi 2 processor Quad Core, namun tidak support Hyper-Treading, Turbo Boost – Maksimum overclocking otomatis berkisar antara 2.4 GHZ – 3.33 GHZ, L3 Cache – 4-8 MB, LGA Socket 1156, Intel HD Graphics, Maximal RAM – 16 GB
technology Turbo Boost, untuk meningkatkan kerja komputer tanpa perlu menggunakan Over clock, dengan menggunakan Intel Core i3, penggunaan listrik jadi lebih hemat, karena Processor ini secara otomatis menggunakan watt yang lebih sedikit dibandingkan processor sebelumnya dan mengatur penggunaan energi untuk komputer sehingga lebih hemat listrik.
Core i7
Terdiri dari 4 processor dengan spesifikasi Quad Core didalamnya, Turbo Boost – Maksimum overclocking otomatis berkisar 1.73 GHZ  – 3.33 GHZ, L3 Cache – 8-12 MB, LGA Socket 1156, Intel HD Graphics, Maximal RAM – 24 GB

Support Hyper-Treading – Dapat memecah 4 processor menjadi 8 processor untuk menjalankan proses-proses yang berat secara bersamaan seperti proses 3D Rendering, Video Editing. Animation dsb. Teknologi Intel QuickPath Interconnect – Untuk mempercepat proses baca data hingga 25.6 GB / detik. Fitur lain dari Core i7 adalah penambahan SSE4 extension pada instruction set, sehingga kinerja prosesor pada tataran multimedia menjadi lebih baik.

 

 

AMD


AMD Athlon TM
merupakan pengganti dari seri K6 yang didesain oleh NexGen Corporation. AMD Athlon memiliki arsitektur mirip dengan dua buah prosesor RISC 64-byte, yaitu DEC (Digital Equipment Corporation) Alpha 21164 dan 21264.


Kecepatan maksimum yang dimiliki oleh prosesor seri Athlon ini adalah 500 MHz - 2,33 GHz, dengan FSB 100 - 200 MHz.
AMD Opteron TM
AMD Opteron memiliki arsitektur mirip dengan AMD Athlon 64-byte, yaitu DEC (Digital Equipment Corporation) Alpha 21164 dan 21264. Kecepatan maksimum yang dimiliki oleh prosesor seri Athlon ini adalah 500 MHz - 2,33 GHz, dengan FSB 100 - 200 MHz.
AMD Opteron jauh lebih baik dari prosesor Intel Xeon yang berbasis mikroarsitektur Intel NetBurst dilihat dari performance/watt-nya (kinerja yang ditunjukkan tiap watt yang digunakan).
Sumber : Buku “Antigaptek Hardware Komputer Pengenalan & Permasalahan +Solusi

0 komentar:

Poskan Komentar