Jumat, 04 Januari 2013

Urgensi Syahadatain


Syahadat menjadi sesuatu yang penting untuk difahami dan difahamkan kepada masyarakat scara konspsional dan oprasional, karena dengan bersyahadat seseorang dapat menyatakan diri sebagai Muslim, karena syahadat adalah pintu masuk seseorang kepada Islam. Pemahaman seorang Muslim pada syahadat akan dapat melahirkan perubahan-perubahan baik secara individu, keluarga ataupun masyarakat. Dalam sejarah para Nabi dan Rosul, syahadat merupakan kalimat yang diprjuangkan, dan kalimat inilah yang mengerakan dakwah para Nabi dan Rosul.

Syahadat menjadi sangat penting dalam kehidupan manusia, karena syahadat bagi kehidupan manusia adalah:

a. Pintu masuknya Islam (al-Madkhal ilal Islam).
فَلْيَكُنْ أَوَّلَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَى أَنْ يُوَحِّدُوا اللَّهَ تَعَالَى.
Maka hendaklah apa yang pertama kali engkau serukan kepadanya adalah mengesakan Allah Ta’ala. (HR. Bukhari)

b. Intisari ajaran Islam (khulashatul Islam)
يَاأَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ.
Hai manusia, sembahlah Rabb-mu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertaqwa. (QS. Al-Baqrah (2):21)

c. Dasar perubahan (asasul inqilab).
أَوَمَنْ كَانَ مَيْتًا فَأَحْيَيْنَاهُ وَجَعَلْنَالَهُ نُورًا يَمْشِي بِهِ فِي النَّاسِ كَمَنْ مَثَلُهُ فِي الظُّلُمَاتِ لَيْسَ بِخَارِجٍ مِّنْهَا كَذَلِكَ زُيِّنَ لِلْكَافِرِينَ مَاكاَنُوا يَعْمَلُونَ.
Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan ditengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya. (QS. Al-An’am (6) :122)

d. Hakekat dakwah para rasul (haqaaiq da’watir rusul) :
قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَءَآؤُا مِنكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَآءُ أَبَدًا حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللهِ وَحْدَهُ ...
Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka:"Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja..(QS. Al-Mumtahanah (60) : 4)

e. Keutamaan yang besar (fadlaa`il ‘azhimah).
مَنْ مَاتَ مِنْ أُمَّتِي لَا يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا دَخَلَ الْجَنَّةَ
.
Barangsiapa yang mati dari umatku dengan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu, maka ia akan masuk surga.(HR. Bukhari)

0 komentar:

Poskan Komentar