Jumat, 04 Januari 2013

Kisah Teladan Seputar Ma’rifaur Rasul



Kisab Abu Bakar Ash-Shiddiq :
Abu Bakar Ash-Shiddiq adalah seorang sahabat karib Rasulullah SAW yang membenarkan peristiwa Isra` Mi’raj yang secara akal sulit diterima. Ketika Rasulullah SAW selesai melakukan Isra` dan Mi’raj, dalam tempo satu malam dan pada waktu shubuh beliau sudah kembali berada di Mekkah, padahal Isra` Mi’rah itu diawali dari mesjid Al-Haram ke mesji Al-Aqsa, kemudian ke Sidratul Muntaha yang tentunya perjalanan ini bukan perjalan dengan jarak yang dekat, sehingga orang-orang kafir ketika mendengar berita itu dan mendapatkan Rasulullah SAW berada di Mekkah pada pagi hari, mereka sangat tidak percaya dan mengatakan bahwa Muhammad orang gila.

Akan tetapi, Abu Bakar bukanlah seorang yang beriman secara kebetulan, melainkan ia beriman hasil dari susah payah dan usahanya yang benar, demikian pula ia beriman hasil dari berfikirnya dan kecerdasannya.

Yang mendorong keimanan Abu Bakar bukan hanya logika hati semata, melainkan dibantu pula oleh logika akalnya, hal ini dapat terlihat dari ucapannya dalam peristiwa Isra Mi’raj tersebut : Aku akan percaya kepada Muhammad walaupun lebih dari itu, dan aku mempercayainya mengenai berita langit yang dibawanya, baik diwaktu pergi maupun ketika kembali.
Peristiwa Isra Mi’raj bagi Abu Bakar tidak ada persoalan, akan tetapi yang menjadi pertanyaan baginya adalah : benarkan Rasulullah SAW yang mengatakan demikian (Isra dan Mi’raj) ? jika memang demikian, maka benarlah ia.

Abu Bakar bergegas pergi ke Ka’bah untuk menemui Rasulullah SAW. Disana ia melihat orang-orang tengah mencibir dan meragukan peristiwa Isra mi’raj. Mereka mengelilingi Rasulullah SAW dengan suara ribut yang tidak menentu. Kemudian Abu Bakar melihat Rasulullah SAW sedang duduk dengan tunduk dan khusyu menghadap Ka’bah. Beliau tidak merasa terganggu dengan berisiknya orang-orang bodoh yang berada disekelilingnya.
Setibanya di sana Abu Bakar langsung memeluk Rasulullah SAW seraya berkata,”Demi ayak dan ibuku yang menjadi tebusanmu, wahai Rasulullah! Demi Allah, sesungguhnya Engkau benar, demi Allah sesungguhnya Engkau benar.
Inilah bukti nyata dari keimanan Abu Bakar kepada Rasulullah SAW yang membuatnya rela untuk memberi dan berkorban baginya. 

0 komentar:

Poskan Komentar